Ikang Fawzi, BIL Project, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan, Kompas-Gramedia, 2011.

Ikang Fawzi, BIL Project, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan, Kompas-Gramedia, 2011.
Ikang Fawzi, BIL Project, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan, Kompas-Gramedia, 2011.

BIL PROJECT: Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

BIL PROJECT: Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan
ikang fawzi

BIL Project langsung menggebrak dengan single "Hancur Hatiku": Ikang Fawzi & Bros

BIL Project langsung menggebrak dengan single "Hancur Hatiku": Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

Selasa, 27 Desember 2011

Ekspresi Jantan BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi untuk Gilang Ramadhan & Ekki Soekarno

SELEBRITI

Sumber: http://ikangfawzi.blogspot.com/2011/07/ekspresi-jantan-bil-brother-in-law.html


Ikang Fawzi Saat Tampil Bersama Brother In Law Foto: Aditia

Jum'at, 08 Juli 2011 22:03
Kapanlagi.com - Tak banyak anggota keluarga yang membuat sebuah band. Kini, para musisi yang terdiri dari Ikang Fawzi, Eki Sukarno, dan juga Gilang Ramadhan membentuk sebuah band yang diberi nama Brother in Law (Bil Project). Seperti diketahui, mereka adalah musisi yang beristrikan Soraya Haque, Marissa Haque dan Shahnaz Haque.

"Sebenarnya ini bukan baru kali ini tercetus. Kita sudah 10 tahun lalu main bareng. Memang prosesnya lama sehingga baru sekarang buat mini album. Bagi kita main musik itu fun dan yang penting kita bermain musik sesuai hati kita," ujar Eki Sukarno usai manggung di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta, Kamis (7/7) malam.

Sementara itu Ikang Fawzi sendiri mengakui jika terbentuknya Brother in Law karena mereka melihat kesempatan adanya peluang dalam persaingan musik Indonesia.

"Memang harus banyak yang dilakukan musisi seusia agar musiknya lebih hidup. Kalau pasar musiknya sedang menurun, justru sekarang saatnya kita ambil kesempatan untuk menaikkan dan membangkitkan kembali," ujar Ikang.

Dalam aliran musiknya sendiri, Brother in Law pun mengusung musik sawah dalam performanya. Musik sawah sendiri aliran musik yang menggunakan alat musik tradisional.

"Kita tetap optimis dengan musik yang berbeda, dengan musik sawah yang kita sebut ini.. Bagi kita ini musik yang bermatabat. Musik kita dikonsep dengan matang tapi tetap gampang dicerna," pungkas Eki. (kpl/adt/faj)

Ikang Fawzi & Marissa Haque: Property-tainment BIL (Brother in Law bersama Gilang ramadhan & Ekki Soekarno)


Ikang Fawzi Saat Tampil Bersama Brother In Law, Foto: Aditia

Sumber: http://musik.kapanlagi.com/berita/ikang-fawzi-bikin-grup-band-brother-in-law.html

Jumat, 08 Juli 2011 22:03
Kapanlagi.com - Tak banyak anggota keluarga yang membuat sebuah band. Kini, para musisi yang terdiri dari Ikang Fawzi, Eki Sukarno, dan juga Gilang Ramadhan membentuk sebuah band yang diberi nama Brother in Law (Bil Project). Seperti diketahui, mereka adalah musisi yang beristrikan Soraya Haque, Marissa Haque dan Shahnaz Haque.

"Sebenarnya ini bukan baru kali ini tercetus. Kita sudah 10 tahun lalu main bareng. Memang prosesnya lama sehingga baru sekarang buat mini album. Bagi kita main musik itu fun dan yang penting kita bermain musik sesuai hati kita," ujar Eki Sukarno usai manggung di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta, Kamis (7/7) malam.


Sementara itu Ikang Fawzi sendiri mengakui jika terbentuknya Brother in Law karena mereka melihat kesempatan adanya peluang dalam persaingan musik Indonesia.

"Memang harus banyak yang dilakukan musisi seusia agar musiknya lebih hidup. Kalau pasar musiknya sedang menurun, justru sekarang saatnya kita ambil kesempatan untuk menaikkan dan membangkitkan kembali," ujar Ikang.

Dalam aliran musiknya sendiri, Brother in Law pun mengusung musik sawah dalam performanya. Musik sawah sendiri aliran musik yang menggunakan alat musik tradisional.

"Kita tetap optimis dengan musik yang berbeda, dengan musik sawah yang kita sebut ini.. Bagi kita ini musik yang bermatabat. Musik kita dikonsep dengan matang tapi tetap gampang dicerna," pungkas Eki. (kpl/adt/faj)

Brother In Law, Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan


Brother In Law, Tawarkan Musik Sawah

Sumber: http://www.finroll.com/baca/2786/Brother-In-Law-Tawarkan-Musik-Sawah

Finroll.com - Buat Para MusicRoll (Penikmat Musik Finroll) Kali ini Finroll.com akan membahasa salah satu band baru yang akan menghiasi Blantika musik Indonesia, Band ini memang tidak bisa dibilang baru karena semua Personilnya sudah pernah Tenar pada Zamannya masing masing.

Brother In Law (Bil Project) Band yang diisi oleh 3 bersaudara yakni,  Ikang Fawzi (Vokal), Eki Sukarno (Gitar) , dan juga Gilang Ramadhan (Drum), Band yang menawarkan musik 'Sawah' ini sebenarnya mengungkapkan bahwa Band ini bukn baru tercetus Kita tetapi sudah 10 tahun lalu main bareng. Memang prosesnya lama sehingga baru sekarang buat mini album.

Bagi kita main musik itu fun dan yang penting kita bermain musik sesuai hati kita," ujar Eki Sukarno Sementara itu Ikang Fawzi sendiri mengakui jika terbentuknya Brother in Law karena mereka melihat kesempatan adanya peluang dalam persaingan musik Indonesia.

"Memang harus banyak yang dilakukan musisi seusia agar musiknya lebih hidup. Kalau pasar musiknya sedang menurun, justru sekarang saatnya kita ambil kesempatan untuk menaikkan dan membangkitkan kembali," ujar Ikang. Dalam aliran musiknya sendiri seperti diungkapkan diatas, Brother in Law mengusung tema musik 'Sawah'  dalam performanya.

Musik sawah sendiri aliran musik yang menggunakan alat musik tradisional. "Kita tetap optimis dengan musik yang berbeda, dengan musik sawah yang kita sebut ini. Bagi kita ini musik yang bermatabat. Musik kita dikonsep dengan matang tapi tetap gampang dicerna," pungkas Eki.
Semoga saja dengan hadirnya Band Brother in Law ini semakin memperkaya musik di Tanah Air ya MusicRoll.(dra)

Kompaknya para Ipar BIL Project, Ikang Fawzi, Ekki soekarno, Gilang Ramadhan, 2011


Sumber: http://marissahaque-tangsel-inspirasi.blogspot.com/2011_10_01_archive.html 

Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas karunia keluarga yang sangat kompak, positif dan selalu dalam lingkup irama musik sejati.

Kompaknya para Ipar BIL Project, Ikang Fawzi, Ekki soekarno, Gilang Ramadhan, 2011


Kompaknya para Ipar BIL Project: Ikang Fawzi, Ekki soekarno, Gilang Ramadhan


Musik-Lagu-Syair dari BIL Project bersama Penerbit Gramedia: Insya Allah Jadi Buku

Sumber: http://marissahaque-buku-inspirasi.blogspot.com/2011/07/musik-lagu-syair-dari-bil-project.html

BIL PROJECT: Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

  Ikang Fawzi-Ekki Soekarno-Gilang Ramadhan

Ikang Fawzi is Back!


YA, rocker matang era-80an itu rupanya gatal berteriak dan berjingkrak seperti pada masa kejayaaanya dulu. Suami aktris senior Marissa Haque itu memutuskan untuk kembali eksis di industri musik Tanah Air.

Ikang-Fawzi-Anggie-BI"Main musik itu suatu berkah untuk orang lain, makanya saya pun merasa bersalah kalau enggak bisa menghasilkan sebuah karya lagi, jadi saya putuskan untuk aktif (menyanyi) lagi," bilang Ikang saat menggelar konser "Go Clean" di Gedung Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Akan tetapi, rocker yang identik dengan lagu Preman itu tak kembali ke panggung musik dengan bersolo karier. Kali ini, dia turut mengajak saudara-saudara iparnya, yakni Ekki Soekarno (suami Soraya Haque) dan Gilang Ramadhan (suami Shahnaz Haque) membentuk sebuah band bernama Brother In Law (BIL) Project.

Konsep untuk membentuk band dengan saudara ipar sudah lama direncanakan pria berusia 51 tahun ini. Namun, baru tahun ini pelantun soundtrack film legendaris Catatan Si Boy itu berhasil mengajak mereka mengeluarkan sebuah album.

"Kita udah dari 10 tahun lalu ngeband bareng, tapi baru bisa bikin album ya sekarang. Karena memang semakin tua kesibukan bukannya makin berkurang, malah bertambah. Jadinya agak susah untuk bisa ketemu setiap hari di studio," papar Ikang.

Bersama Ekki dan Gilang di BIL Project, Ikang berhasil merilis single berjudul Hancur Hatiku. Melalui lagu tersebut, Ikang kembali menyuguhkan nuansa musik rock ala tahun 1980-an.

"Tiga Ipar Berbahasa Perancis Haque Bersatu dalam BIL Project (the Brother in Law)"

BIL Project langsung menggebrak dengan single "Hancur Hatiku": Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

Brother in Law (BiL ) Project cukup jeli menghadirkan nuansa musik yang jelas berbeda dari aliran musik yang berkembang dewasa ini. Musik sawah begitu BiL menyebut genre musik yang mereka usung memang terdengar relatif asing ditelinga penikmat musik. Padahal genre musik ini merupakan diadaptasi dari berbagai unsur bunyi-bunyian khas musik tanah air yang dikemas dalam hentakan drum dan alat perkusi lainnya.

Selasa, 12 July 2011

BiL Project Wajah Lama Dengan Sentuhan Genre Musik Sawah

BiL Project Wajah Lama Dengan Sentuhan Genre Musik Sawah


"Intinya kita cari musik yang fresh. Tantangan umur segini ya selain main musik tentu ada banyak misi lain. Kami enggak menciptakan lagu, tapi bikin musik," tutur Gilang Ramadhan di Bentara Budaya Jakarta, belum lama ini.

Untuk lebih mendekat musik sawah BiL Project juga menggelar konser mini di Bentara Budaya. BiL yang menghadirkan single 'Hatiku Hancur' memiliki misi dalam menggarap musik, yakni kampanye lingkungan hidup.

"Ini konser pertama kita bertiga. Idenya berasal dari keprihatinan kita terhadap mulai rusaknya lingkungan hidup di negara kita. Selain lewat lagu, kita juga ingin ajak masyarakat lebih peduli dengan lingkungan sekitar," ujar Ikang Fawzi.

BiL memberikan penampilan terbaiknya saat tampil di depan publik. Beberapa lagu milik BiL seperti 'Marry Me', 'Hatiku Hancur' dan 'Preman' (lagu hits milik Ikang Fawzi) dibawakan secara apik. Gilang pun memberikan permainan drum yang memukau penonton dengan musik sawah ala BIL. Musik sawah untuk daerah Aceh, Sunda dan Papua dimainkan Gilang dengan berbeda irama. Banyak penonton terkagum-kagum dengan permainan Gilang.

Gilang (48), Ikang (51), dan Ekki (49) telah menunjukkan keberanian dalam berkreasi di dunia musik. Musik sawah dan misi yang diembang memang butuh dukungan semua pihak untuk terus bergema sampai kapanpun. Karena musik dan pesan atau misi yang dibawa BiL adalah mengungah kesadaran kita akan kekayaan musik anak negeri yang begitu beragam. (and)

Kami bikin musik bukan lagu - BIL Project: Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

Kami bikin musik bukan lagu - BIL Project.
 Sumber: http://myoyeah.com/c/GWqdba

 Ikang Fawzi, Gilang Ramadhan, & Ekki Soekarno, tergabung dalam BIL Project (Brother In Law) Project, mencetuskan sebuah gerakan yang dinamakan 'Musisi Go Clean'. Musik adalah bahasa yang universal. Karena itu, dengan musik, kami ingin mengajak semua komponen masyarakat untuk turut peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya, cetus Ikang.

Kami bikin musik bukan lagu - BIL Project. Yang menarik & layak mendapatkan penghargaan, semangat BIL Project mengeluarkan mini album dengan tema “Ramayana”, yang di dalamnya memuat lagu-lagu dengan instrumen Indonesia dengan sebutan musik sawah, sebagai langkah awal, untuk memulai gerakan Go Clean.

Kami bikin musik bukan lagu - BIL Project. Musik Sawah adalah sebuah perpaduan instrument dan vokal berdasarkan rythem sawah yang di temukan oleh Gilang Ramadhan yang berexplorasi dengan permainan drumnya selama 20 tahun. Gilang berharap musik sawah ini akan terus berkembang dan menjadi ciri khas Indonesia seperti layaknya Jamaica dengan musik reggae.

Kami bikin musik bukan lagu - BIL Project. Kehadiran BIL Project dengan musik sawahnya mempunyai misi : For The Better Future. Serangkain program akan disusun oleh BIL Project dan didukung sepenuhnya oleh myOyeah. salam, peace n balance ! Yeah.

"Kami bikin musik bukan lagu - BIL Project.: Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan"

Senin, 26 Desember 2011

Usung Go Clean, Panggung BIL Project Musti Bersih: Metrotvnews.com dalam Ikang Fawzi & Bros

Senin, 19 September 2011 10:22 WIB



 

DI tengah maraknya band-band baru bermunculan di kancah musik Indonesia, trio suami keluarga Haque tak mau ketinggalan. Ketiga pria itu membentuk sebuah band dengan aliran yang cukup unik yakni musik sawah. Band yang baru menelurkan album perdana itu pun memiliki misi 'Go Clean'.

Nama ketiganya tentu tak asing lagi di dunia musik Tanah Air. Ketiganya yakni pemilik suara emas berpadu rock Ikang Fawzi (suami Marissa Haque), multi instrumentalist Ekki Soekarno (suami Soraya Haque), dan maestro drum Gilang Ramadhan (suami Shahna Haque).

"Namanya BIL Project. BIL itu kan Brother In Law yang artinya saudara ipar. Kita kan iparan semua dan keluarga mendukung banget," kata Sang Vokalis kepada www.metrotvnews.com di sela-sela syuting 811 Show Metro TV. Saat tampil di Metro TV, BIL Project mendapat additional personel bassis senior Adi Dharmawan.

Ikang mengaku bandnya berbeda dari kelompok musik lain. Musik sawah yag mereka usung merupakan pencitraan berbeda. Musiknya berawal dari penyebutan nama atas pola rhytm yang dipopulerkan Rhythm Sawah.

Ketiganya kemudian mengolaborasikan kemampuan masing-masing dan menerjemahkan berbagai rhythm yang berakar dari budaya perkusi Nusantara. Kolaborasi itu pun dipadukan dalam permainan dan peralatan drum modern.

"Musik Sawah sebetulnya diambil dari sebuah komponen rhytm yg ada di Indonesia, jadi kita ambil rythm tradisional yang diubah menjadi modern, yang hasilnya tentu sangat unik sekali," tutur sang maestro drum, Gilang Ramadhan.

Gilang menceritakan band saudara ipar itu terbentuk terbentuk dua tahun silam. Selain musik yang menarik dan berbeda, BIL Project pun memiliki ciri khas lain. Apa itu?

"GO Green lagi marak belakangan ini, tapi tanpa Go Clean pasti lah ada something missing disana. Jadi saat kita mau manggung, kita ada standar prosedur kebersihan kepada pihak promotor maupun panitia," jelas Ikang.

Bisa dikatakan, tambah Gilang, misi itu untuk memproteksi dan efisian buat menjaga kebersihannya. Walaupun demikian, katanya, tak ada pawai Go Clean di lirik lagu mereka. Hanya saja, mereka selalu berpesan pada panitia mengenai standar kebersihan. Setidaknya, panitia menjaga kebersihan radius 20 kilometer dari panggung.

Tentu saja, upaya mereka itu mendapat dukungan dari masyarakat maupun pemerintah. Mereka berharap gerakan itu mampu menyelamatkan lingkungan dan masa depan bangsa. Untuk ke depannya, mereka berupaya untuk menyampaikan misi kebersihan bathin.

"Karena pada dasarnya setiap musisi bakal berpikir ke arah perbaikan pada diri manusia," aku Ikang yang tengah merencanakan tur promo di beberapa kota di Jawa itu.

Ditanya apa arti musik bagi para personel BIL Project. Ternyata mereka punya jawaban sama.

"Musik adalah nafas kehidupan kita, musik bisa mempererat hubungan silaturahmi terutama di sini hubungan keluarga, musik juga mampu memberikan value added bagi kita. Kita gak akan meninggalkan musik. Musik sudah di bawah agama dan jadi satu kebutuhan ya. Kalau gak bermusik kayak mati kutu gitu kitanya," terang para personel BIL Project sebelum mengakhiri pembicaraan.

Oke deh BIL Project, sukses buat misi baiknya.(*****)
Sumber:  http://metrotvnews.com/read/behindscenedetail/2011/09/19/59/Usung-Go-Clean-Panggung-BIL-Project-Musti-Bersih

"Usung Go Clean, Panggung BIL Project Musti Bersih: Metrotvnews.com dalam Ikang Fawzi & Bros"

Proyek Besar Bersih-bersih ala BIL Project : Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

Friday, 08 July 2011 10:20 

E-mail Print PDF
BIL Project. -may/kabarseleb-
MASIH ingat dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan. Trio suami keluarga Haque (Marissa Haque, Soraya Haque, dan Shahnaz Haque) ini kini bikin grup musik baru BIL Project.
BIL menurut si empunya gawe tak lain kependekan dari Brother in Law. Namun, tidak seperti namanya, BIL lebih akan serius menggarap musik, khususnya musik yang berkait dengan kebersihan lingkungan, kesehatan, hingga ekosistem.

Prihatin dengan kondisi negeri ini di mana kebersihan di sejumlah kota masih jadi masalah besar, BIL Project merasa perlu untuk ikut ambil bagian. Ia akan melakukan aksi nyata di lapangan. Malah ia berencana menggelar konser tentang kebersihan di sejumlah kota.

Sejumlah instansi yang peduli dengan lingkungan menurut Ikang Fawzi sang penggagas akan ikut ambil bagian. "Beberapa instansi siap mendukung rencana kami menggelar konser di sejumlah kota bertema "Go Clean"," ujar Ikang, salah satu personel BIL Project dalam jumpa pers di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (7/7).

Rencananya, konser itu akan diadakan di tempat tertentu yang kotor. Sebelum konser, BIL Project akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan aksi kebersihan di tempat tersebut.

"Ketika tempat tersebut sudah bersih, baru kami akan konser," ujar drummer Gilang Ramadhan yang juga personel BIL.

"Musik adalah bahasa yang universal. Musik dapat menjadi perekat dalam hubungan sosial. Karena itu, dengan musik, kami ingin mengajak semua komponen masyarakat untuk turut peduli dengan kebersihan di lingkungan sekitarnya," cetus Ikang Fawzi, salah satu penggagas gerakan Musisi Go Clean ini.

Pada malam itu, di pelataran Bentara Budaya, BIL Project juga memperkenalkan mini album terbarunya, "Ramayana" dalam sebuah konser. Vokal Ikang yang khas dibalut nuansa rock ditambah mainan sang instrumentalis Ekki Soekarno dan drummer top Gilang Ramadhan menghibur penonton.

Lewat mini album yang akan dipasarkan Nagaswara ini, Gilang Ramadhan sekaligus memperkenalkan musik sawah. Ke depan, ia akan semakin intens mengkampanyekan musik sawah ini sebagai salah satu ikon musik Indonesia. (may)
Sumber: http://kabarseleb.com/showbiz/musik/575-proyek-besar-bersih-bersih-ala-bil-project.html

Promo BIL Project Go Clean Concert. dari: http://www.nagaswarafm.com (dalam Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan)

 BIL Project Go Clean Concert
facebook BIL Project Go Clean Concert

bil project go clean concert radio nagaswara fm bogor radiotemen BIL Project Go Clean Concert
BIL Project Go Clean Concert.

Dari kegiatan penelitian tahunan yang dilakukan oleh Universitas Yale di Amerika Serikat, mereka mengeluarkan Environmental Performance Index (EPI) dari 163 negara. Penelitian ini difokuskan pada 25 indikator seperti kebersihan lingkungan, kesehatan, hingga kondisi ekosistem. Posisi Indonesia dalam EPI 2010 berada pada peringkat 134 dengan nilai 44,6, sama dengan yang diraih oleh negara di Afrika, seperti Kamerun dan Rwanda. Indonesia jauh tertinggal dari Singapura yang berada di peringkat 28, Malaysia di 54, Thailand di 67, Brunei di 72 bahkan di bawah Laos dan Vietnam. Itu berarti, di lingkup ASEAN, Indonesia menduduki peringkat kebersihan lingkungan paling rendah! Meski begitu, kota Palembang pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu kota paling bersih di wilayah ASEAN pada 2008 lalu. Berarti sebenarnya, potensi untuk meningkatkan kebersihan lingkungan di Indonesia sangat mungkin dilakukan. Tentu, butuh kesadaran dan komitmen dari semua pihak untuk melakukannya.

Berangkat dari fakta tersebut, tiga orang musisi yang dihubungkan oleh tali persaudaraan ipar, Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan yang tergabung dalam BIL (Brother In Law) Project  pada tanggal 7 Juli 2011, bertempat di Bentara Budaya Jakarta akan mengadakan konser dengan tema “GO CLEAN”. Konser ini merupakan langkah awal dari tercetusnya sebuah gerakan yang dinamakan “Musisi Go Clean”.

Gerakan ini didukung penuh oleh beberapa elemen masyarakat dan pemerintahan. Salah satunya
, turut hadir Pakar Teknologi Lingkungan dari Universitas Indonesia, yang juga anggota Badan Regulator Pelayanan Air Minum DKI Jakarta dan Dewan Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Firdaus Ali, PhD. “Menurut data Dinas Kebersihan DKI Jakarta, volume sampah ibukota sudah mencapai 26.945 meter kubik dalam sehari, atau setara dengan 6.736 ton. Jika dianalogikan, dalam dua hari, sejumlah sampah ini bisa membangun sebuah bangunan setara Candi Borobudur, karena candi tersebut total volumenya adalah 55 ribu meter kubik,” terang Firdaus yang juga merupakan Dewan Pakar Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia (IATPI). “Karena itu, saya sangat menyambut hangat dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada gerakan yang dimulai dari teman-teman di BIL Project ini. Karena musik punya kapasitas dan kapabilitas yang tinggi untuk mampu menyentuh kesadaran hakiki dan mendorong orang untuk berbuat apa yang diharapkan dibanding dengan sekadar regulasi dan sanksi semata.”


Tentu, bukan sekadar urusan bersih lingkungan yang ingin dikedepankan oleh BIL Project. Sebab, hampir setiap hari dan di setiap aspek kehidupan, masih banyak hal yang perlu “dibersihkan”. Salah satunya adalah soal maraknya pembajakan. Menurut mereka, hal tersebut juga perlu dibersihkan. Maka, gerakan ini juga didukung oleh Rahayu Kertawiguna dalam kapasitasnya sebagai Sekjen Badan Koordinasi Gerakan Anti Pembajakan (BK-GAP). Selain dikenal sebagai produser dengan intuisi tajam di bawah label Nagaswara, ia juga dikenal karena kiprahnya yang gigih melawan pembajakan di Indonesia.

“Musik adalah bahasa yang universal. Musik dapat menjadi perekat dalam hubungan sosial. Karena itu, dengan musik, kami ingin mengajak semua komponen masyarakat untuk turut peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya,” cetus Ikang Fawzi, salah satu penggagas gerakan Musisi Go Clean yang diamini Gilang Ramadhan sambil menambahkan, “Paling tidak, gerakan ini juga akan lebih memicu saya dan lingkungan terdekat untuk lebih bersih dan bersih lagi.”

Gerakan ini sebenarnya juga dimotori oleh kenyataan bahwa melalui musik, tiga orang ini “nyambung” melebihi hubungan “saudara ipar”. Mereka bahkan terbiasa menciptakan lagu secara bersama untuk kemudian merekamnya, yang cukup rutin dilakukan dalam 3 tahun terakhir ini ketika mereka “kumpul keluarga”.  Maka, melalui gerakan ini, beberapa karya mereka akan diperdengarkan dalam sebuah mini album bertema “Ramayana”.

Vocal Ikang yang sangat khas dibalut nuansa rock si “multi instrumentalist” Ekki ditambah dengan tabuhan si maestro drum Gilang—belakangan ini tabuhan Gilang dipopulerkan dengan sebutan Rhythm Sawah—maka terciptalah musik dengan keunikan tersendiri. “Ini melalui proses yang cukup panjang. Tentunya, kebanggaan hampir setiap musisi dan seniman pada umumnya adalah ketika mereka bisa menciptakan atau tercipta karya melalui interaksi dan pengalaman bermusiknya menjadi sesuatu yang baru,”  jelas Gilang sambil berharap, “Semoga saja ini akan menjadi jenis musik industri yang khas Indonesia selain dangdut, yang kami ciptakan untuk menunjukkan eksistensi kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya”.

“Yaaa..!” seru Ekki bersemangat, “Saya juga berharap agar musik ini akan jadi ciri khas untuk menandakan bahwa sebagai bangsa, kita bisa memulai sebuah budaya atau membuat terobosan-terobosan baru. Seperti halnya gerakan Musisi Go Clean ini, boleh jadi merupakan terobosan baru dalam cara mengajak berbudaya bersih dalam semua aspek kehidupan.”

Selain mengeluarkan mini album, menurut Ekki Soekarno, BIL Project bersama elemen-elemen pendukungnya, akan memulai gerakan Musisi Go Clean ini dari Jakarta. Selanjutnya, mengarah ke berbagai daerah sehingga nantinya, ini akan menjadi gerakan nasional. “Sebagai musisi, kami sadar bahwa kami tak bisa memulai gerakan ini tanpa dukungan semua pihak. Karena itu, musik ini kami ciptakan, sekadar untuk mengawali, dan harapannya akan jadi efek bola salju yang populer untuk menjadikan Indonesia bersih, baik bersih lingkungan dan bersih pula mentalitasnya.”

Tentang tema Ramayana dari album tersebut, menurut Ikang yang membuat liriknya, diambil karena Ramayana lekat dengan nuansa cinta. Karena itu, diharapkan, orang akan mencintai gerakan ini. Sehingga, mereka akan dengan sukarela, memulai dari hal kecil, seperti memungut sampah dan membuangnya di bak sampah, hingga bergotong-royong untuk membersihkan lingkungan.

Selain itu, ke depan, dari gerakan di daerah-daerah, diharapkan akan muncul sosok Rama Shinta yang peduli kebersihan. “Kami nanti akan menyeleksi duta-duta daerah, untuk menemukan sosok Rama Shinta, selain juga mencari band-band atau musisi yang akan menjadi simbol gerakan Musisi Go Clean ini,” terang Ikang. “Dan, dari rangkaian tersebut akan berpuncak pada sebuah pertunjukan akbar, yakni Ramayana Rock Opera yang kami harapkan akan jadi titik tolak yang makin besar untuk menggugah kepedulian pada bangsa, sehingga gerakan kebersihan ini akan menjadi gerakan yang menyadarkan bahwa bangsa kita memang bangsa besar yang berpotensi untuk maju dan terus berkembang.”

Diharapkan, dengan gerakan Musisi Go Clean ini, akan mendorong gerakan bersih-bersih, yang bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tapi juga menyelamatkan masa depan bangsa.

Tentang BIL Project
BIL Project yang terdiri dari Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan sebetulnya bukan sekadar grup musik.  Ini lebih merupakan sebuah wahana yang bisa dipakai untuk berbagai gerakan positif atau sebagai wadah untuk ide-ide kreatif yang  bahkan melintasi dunia musik. Seperti halnya ide MUSISI GO CLEAN.
Tapi kenyataan bahwa musik lah perekat utama mereka, mengusung ciri khas tersendiri yang dinamakan musik Pop Rock Sawah tapi kemudian dibuat lebih simpel dengan menyebutnya sebagai Musik Sawah. Mereka ingin agar kesederhanaan sawah, kecantikan sawah, keharmonisan sawah, kebergunaan sawah akan membias pada musik atau lagu-lagu ciptaan mereka. Setelah sekian lama “menghilang” dari jagad panggung, mereka berharap, musik yang mereka cetuskan akan jadi sebuah hiburan dan sekaligus penyemangat sebuah gerakan, yakni gerakan yang mendorong dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan.

Tentang Musik Sawah
Ini adalah berawal dari penyebutan nama atas pola ritem yang dipopulerkan sebagai Rhythm Sawah dan menjadi ciri khas permainan drum Gilang Ramadhan. Sang drummer yang diakui dunia akan kekhasan permainan drumnya dikarenakan mengadaptasi dan kemudian menerjemahkan berbagai ritem yang berakar dari budaya perkusi dari seantero Nusantara yang sangat kaya ini ke dalam permainan dan peralatan drum modern.

Nama “sawah” diambil sebagai representasi bahwa inilah ciri Indonesia dari pola permainan drumnya. Sebab, sawah bisa dijumpai di hampir seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, dengan pola ritem ini, diharapkan ada ciri musik asli Indonesia, yang ujungnya akan makin mengharumkan nama Indonesia di pentas musik dunia. Dan ketika pola ritem itu dimainkan bersama si “multi instrumentalist” Ekki Soekarno, diperkaya oleh kekhasan vokal Ikang, terciptalah Musik Sawah.

Tentang Gerakan Musisi Go Clean
Musisi Go Clean adalah gerakan yang dimulai oleh personel BIL Project. Gerakan ini murni gerakan sosial yang ditujukan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penikmat musik, untuk lebih peduli pada kebersihan sekitarnya.

 
Sumber:  http://www.nagaswarafm.com/bil-project-go-clean-concert.php

"Promo BIL Project Go Clean Concert. dari: http://www.nagaswarafm.com (dalam Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan)"

BIL Project langsung menggebrak dengan single "Hancur Hatiku": Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

MUNADY/"PRLM"
MUNADY/"PRLM"
BIL Project langsung menggebrak dengan single "Hancur Hatiku".*
JAKARTA, (PRLM).- Penyanyi rock, Ikang Fauzi merasa kangen ingin kembali ke panggung musik. Namun, kali ini Ikang tampil agak beda. Suami Marisa Haque ini muncul bareng dengan saudara-saudara iparnya. Selain Ikang, ada Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan dan mereka bergabung dalam Brother in Law (BIL Project). Gebrakan awal mereka dengan melempar single berjudul "Hatiku Hancur".

Mereka tidak main-main untuk kembali bermusik. Menandai dilemparnya single "Hatiku Hancur", mereka menggelar konser bertemakan "Go Clean" di di Bentara Budaya Palmerah, Jakarta Barat. BIL Project benar-benar ingin menjadi musisi yang bersih. Menurut Ikang, tidak hanya memperhatikan lingkungan yang bersih, tapi BIL Project memperhatikan seluruh aspek kehidupan yang bersih. "Bisa berarti bersih dari narkoba. Atau juga kita ingin membersihkan industri musik nasional dari masalah pembajakan," katanya.

Ikang mengungkapkan, projek "Go Clean" sudah mendapat dukungan dari produser lebel Nagaswara, Rahayu Kertawiguna, yang juga kapasitasnya sebagai Sekjen Badan Koordinasi Gerakan Anti Pembajak (BK-GAP). Di sisi lain, BIL Project sudah rutin melakukan pertemuan selama tiga tahun terakhir ini. Kumpul-kumpul keluarga ini, tidak sekadar melempar single "Hatiku Hancur", tapi juga menggarap mini album yang berjudul "Ramayana".

Ekki Soekarno menambahkan, sebenarnya dia, Ikang dan Gilang sudah terbiasa main musik bareng. Namun, untuk bikin album baru tercetus tiga tahun yang lalu. "Kita mencoba bermain musik dengan rasa fun dan sesuai hati kita. Tapi seiring dengan itu, ada juga misi yang dibawa. Seperti sekarang ini, kita coba memasyarakatkan 'Go Clean'. Alhamdulillah, banyak dukungan," ujarnya.

Sedangkan Gilang Ramadhan mengatakan, dirinya mulai terinspirasi membuat lagu lagi setelah BIL Project terbentuk. Musik yang digarap akan lebih fresh dan berbeda dengan irama-irama yang saat ini sedang trend. Istilahnya, musik BIL Project akan memberikan penyegaran bagi penikmat musik nasional.(Mun/A-147)***

"BIL Project langsung menggebrak dengan single "Hancur Hatiku": Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan"

BIL PROJECT: Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan


Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/151196

" BIL PROJECT: Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan"