Friday, 08 July 2011 10:20

BIL Project. -may/kabarseleb-
BIL menurut si empunya gawe tak lain kependekan dari Brother in Law. Namun, tidak seperti namanya, BIL lebih akan serius menggarap musik, khususnya musik yang berkait dengan kebersihan lingkungan, kesehatan, hingga ekosistem.
Prihatin dengan kondisi negeri ini di mana kebersihan di sejumlah kota masih jadi masalah besar, BIL Project merasa perlu untuk ikut ambil bagian. Ia akan melakukan aksi nyata di lapangan. Malah ia berencana menggelar konser tentang kebersihan di sejumlah kota.
Sejumlah instansi yang peduli dengan lingkungan menurut Ikang Fawzi sang penggagas akan ikut ambil bagian. "Beberapa instansi siap mendukung rencana kami menggelar konser di sejumlah kota bertema "Go Clean"," ujar Ikang, salah satu personel BIL Project dalam jumpa pers di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (7/7).
Rencananya, konser itu akan diadakan di tempat tertentu yang kotor. Sebelum konser, BIL Project akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan aksi kebersihan di tempat tersebut.
"Ketika tempat tersebut sudah bersih, baru kami akan konser," ujar drummer Gilang Ramadhan yang juga personel BIL.
"Musik adalah bahasa yang universal. Musik dapat menjadi perekat dalam hubungan sosial. Karena itu, dengan musik, kami ingin mengajak semua komponen masyarakat untuk turut peduli dengan kebersihan di lingkungan sekitarnya," cetus Ikang Fawzi, salah satu penggagas gerakan Musisi Go Clean ini.
Pada malam itu, di pelataran Bentara Budaya, BIL Project juga memperkenalkan mini album terbarunya, "Ramayana" dalam sebuah konser. Vokal Ikang yang khas dibalut nuansa rock ditambah mainan sang instrumentalis Ekki Soekarno dan drummer top Gilang Ramadhan menghibur penonton.
Lewat mini album yang akan dipasarkan Nagaswara ini, Gilang Ramadhan sekaligus memperkenalkan musik sawah. Ke depan, ia akan semakin intens mengkampanyekan musik sawah ini sebagai salah satu ikon musik Indonesia. (may)


