Ikang Fawzi, BIL Project, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan, Kompas-Gramedia, 2011.

Ikang Fawzi, BIL Project, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan, Kompas-Gramedia, 2011.
Ikang Fawzi, BIL Project, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan, Kompas-Gramedia, 2011.

BIL PROJECT: Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

BIL PROJECT: Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan
ikang fawzi

BIL Project langsung menggebrak dengan single "Hancur Hatiku": Ikang Fawzi & Bros

BIL Project langsung menggebrak dengan single "Hancur Hatiku": Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

Selasa, 27 Desember 2011

Ekspresi Jantan BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi untuk Gilang Ramadhan & Ekki Soekarno

SELEBRITI

Sumber: http://ikangfawzi.blogspot.com/2011/07/ekspresi-jantan-bil-brother-in-law.html


Ikang Fawzi Saat Tampil Bersama Brother In Law Foto: Aditia

Jum'at, 08 Juli 2011 22:03
Kapanlagi.com - Tak banyak anggota keluarga yang membuat sebuah band. Kini, para musisi yang terdiri dari Ikang Fawzi, Eki Sukarno, dan juga Gilang Ramadhan membentuk sebuah band yang diberi nama Brother in Law (Bil Project). Seperti diketahui, mereka adalah musisi yang beristrikan Soraya Haque, Marissa Haque dan Shahnaz Haque.

"Sebenarnya ini bukan baru kali ini tercetus. Kita sudah 10 tahun lalu main bareng. Memang prosesnya lama sehingga baru sekarang buat mini album. Bagi kita main musik itu fun dan yang penting kita bermain musik sesuai hati kita," ujar Eki Sukarno usai manggung di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta, Kamis (7/7) malam.

Sementara itu Ikang Fawzi sendiri mengakui jika terbentuknya Brother in Law karena mereka melihat kesempatan adanya peluang dalam persaingan musik Indonesia.

"Memang harus banyak yang dilakukan musisi seusia agar musiknya lebih hidup. Kalau pasar musiknya sedang menurun, justru sekarang saatnya kita ambil kesempatan untuk menaikkan dan membangkitkan kembali," ujar Ikang.

Dalam aliran musiknya sendiri, Brother in Law pun mengusung musik sawah dalam performanya. Musik sawah sendiri aliran musik yang menggunakan alat musik tradisional.

"Kita tetap optimis dengan musik yang berbeda, dengan musik sawah yang kita sebut ini.. Bagi kita ini musik yang bermatabat. Musik kita dikonsep dengan matang tapi tetap gampang dicerna," pungkas Eki. (kpl/adt/faj)